Minggu, 22 Januari 2017

Selamat Pagi Malamku

   Selamat pagi, malamku. Sebelum aku tidur, izinkanlah aku memikirkan tentang senyummu.
Oh indah sekali, bukan? Ah, manalah ekau tau jika indahnya dirimu layak disandingkan dengan kekagumanku akan manisnya wajahmu. Selalu, setiap kali ku katakan itu padamu, engkau hanyalah tersipu. Malu, dan menganggap semua itu hanya ejekanku, lalu pipi bulatmu itu terangkat dan menghadirkan rona-rona merah yang paling kusuka.
kasihku, andaikan engkau tau, bahwa ketika ku tulis sebaris alinea ini hanyalah ketika engkau tengah melintas di kepalaku. Bayanganku memang sangatlah liar, aku selalu memikirkan bagai mana seandainya kebahagiaan di antara engkau dan aku menjadi satu. Meski sudah berkali-kali kau mengatakan aku gila dengan selingan tawa ringan dari bibir manismu, tetap saja tak pernah muncul tanda jera untukku, untuk semakin mencintaimu.
kasihku, memang aku sudah gila.
Tawamu, membuatku gila. Tangismu, membuatku gila. Amarahmu, leluconmu, membuatku semakin gila. Apalagi, senyummu. Semakin gila lagi ketika ku tahu tentang dirimu.

Ah, sungguhlah aku manusia yang paling bodoh.
Kegilaanku pada dirimu membuat diriku semakin jatuh dalam lara dan semakin—semakin lagi.

Selamat pagi, malamku.

Ya, malamku. Tempatku menjamu mimpi. Mimpi-mimpi yang hadir hanya ketika aku memejamkan mataku. Menikmatinya, menikmatinya, dan menikmatinya. Namun semakin aku menikmatinya, semakin gelisah pula rasa hatiku.
kasihku, betapa indahnya engkau hadir dalam mimpiku malam itu. Namun, betapa kejamnya pula engkau memilih untuk sirna ketika aku kembali hidup dalam hidupku.

Sekian... My Story M42LY

Tidak ada komentar:

Posting Komentar